SPIRITUALISASI LAPAR


SPIRITUALISASI LAPAR

Khazanah Ramadhan Jawa Pos, Sabtu 28 Juli 2012
Oleh : Bandung Mawardi (Pengelola Jagat Abjad Solo)

Peradaban turut terbentuk oleh lapar. kondisi lapar menjadi argumentasi sah bagi manusia untuk merumuskan hidup. hasrat memenuhi kebutuhan perut dan merampungkan lapar adalah kodrat. ritus laparpun menjadi basis peradaban. manusia mengartikan diri, Tuhan dan alam melalui lapar.

Lapar sebagai asal muasal peradaban telah mengantarkan manusia pada pencapaian pencapaian menakjubkan melalui sains dan teknologi. lapar juga masih menjadi tragedi di negeri-negeri miskin. kelaparan memupuskan harapan atas eksistensi dan pengharapan bisa memudar. lapar menjelma wabah kematian. lapar bisa menjadi dalil paket globalisasi dengan mengabaikan etika dan agama. lapar seperti roman sejuta jilid. kita tak bakal rampung membaca dan menafsirkan. lapar adalah tema tak pernah usai.


Spiritualitas
Ikhtiar meladeni lapar dalam ritus agama dan kearifan kultural dilabeli dengan Puasa. Puasa adalah ritus memaknai lapar dan implikasi diri secara internal-eksternal. Pemaknaan puasa melibatkan rasionalitas, spiritualitas dan etika. Ritus lapar dilakoni dengan kesadaran terhadap dalil agama atau kultural. Lapar termaknai untuk menjadi manusia dalam gairah hidup. Lapar justru tidak berarti gairah kematian, tetapi keimanan atas kodrat hidup melalui mekanisme lahir dan batin.

Puasa memiliki peran sebagai penentu peradaban. Tradisi Agama Yahudi, Kristen, dan Islam kentara menjadi bukti perjalanan peradaban melalui Spiritualisasi lapar. Jalaludin Rumi mengungkapkan : "Puasa adalah dasar pertama pengobatan. berpuasalah dan ingatlah akan kekuatan rohani." tafsir pengobatan dalam ungkapan itu dapat diartikan sebagai ikhtiar mengobati kerakusan, nafsu, dan hedonisme. Puasa menjadi laku untuk mengolah rohani. Kekuatan itu menjadi bab penting dalam menggerakkan roda iman dan kesalehan sosial.

Lapar mengandung selebrasi kritik dalam memeriksa ulang makna iman, kemanusiaan, serta moralitas. Rumi mengajarkan bahwa puasa menjadi tindakan melawan lapar dalan kesadaran Spiritualitas. Puasa adalah spirit suci. Lapar pun mungkin menjadi tanda seru saat manusia lengah atas ejawantah iman. Rumi mengingatkan: "Mulut lapar membalut mata terhadap dunia lain. Tutuplah mulut itu dengan jelas."

Lapar merupakan tanda peradaban dan bentuk ibadah atas nama keimanan. Lapar mengajarkan manusia agar bergairah memaknai hidup. Ritus lapar memang mengandung kontradiksi. Lapar itu menggerakkan dan mematikan. Lapar sebagai spirit untuk hidup masih memberikan legitimasi pada proses eksistensial dan penyadaran sosial. Lapar sebagai aib dari keserakahan kapitalisme global tentu menghancurkan dan menafikan nilai-nilai kemanusiaan.


Entri Populer